Sebening Hati

Meraih Hidayah Allah

Posted by Qandyas pada 4 Mei 2009

Setiap diri manusia pasti di dalam hati nya ingin bahagia,baik di dunia maupun di akhirat. Kebahagian akan didapat tatkala hidayah Allah telah menerangi hati seseorang. Untuk mendapatkan hidayah ini tak semua orang bisa mendapatkannya melainkan harus dengan suatu usaha yang gigih dan bersungguh-sungguh. Didalam setiap diri dan pribadi muslim wajib meyakini bahwa pintu hidayah senantiasa terbuka di sisi Allah untuk siapa saja yang dikehendaki-Nya. Hidayah Allah apabila sudah membuka pintu hati seseorang, niscaya dia pasti menjadi lembut sehingga menjadikannya senang dalam menerima nasehat, gemar melakukan amal kebaikan dan pandai melihat aib dan kekurangan yang ada pada dirinya sendiri. Setiap relung hatinya selalu dipenuhi rindu dan cinta kepada Allah.

Semangatnya selalu bergelora dan tak pernah padam untuk berhenti dalam menuntut ilmu agama. Ketika itu pula Allah akan memberikan petunjuk dia kefahaaman dalam agama, pandai bersyukur dan Qalbunya selalu menyadari apa yang ditempuh sehingga lisannya selamat, akhlaknya lurus, pandangan mata dan pendengarannya tajam terhadap hal-hal yang mengandung manfaat didunia dan akhirat dan cepat menyadari dosa serta menyegerakannya dengan bertobat.

Allah SWT Berfirman :
“Barang siapa dikehendaki Allah akan mendapat hidayah (petunjuk), Dia akan membukakan dadanya untuk (menerima) Islam. Dan barang siapa dikehendaki-Nya menjadi sesat, Dia jadikan dadanya sempit dan sesak, seakan-akan dia (sedang) mendaki ke langit. Demikianlah Allah menimpakan siksa kepada orang-orang yang tidak beriman.” (QS. Al-An’am: 125)

Dalam ayat ini dilukiskan, bahwa orang yang disempitkan dadanya bagaikan orang yang mendaki langit. Artinya, orang tersebut mustahil mendapat dan menerima kebenaran, dan mustahil dapat menjauh dari kebatilan, sebab mereka tidak beriman dan tidak meyakini kebenaran yang dibawa Nabi saw, yaitu dinul-Islam.

Tidak mudah memang untuk meraihnya, jadi diperlukan suatu cara dari berbagai cara yang ada, diantaranya :

Pertama, menuntut ilmu agama yaitu mengenal Allah, mengenal nabi-Nya dan mengenal agama beserta dalil-dalilnya didalam Al-quran dan hadist.

Kedua, beramal yang disertai dengan ilmu. Sehingga setiap amal akan mengandung nilai ibadah disisi Allah serta giat dalam melaksanakannya.

Ketiga, Bergaul dan kumpul dengan orang-orang sholeh, menghadiri majlis-majlis ilmu karena banyak sekali yang didalamnya mengajak untuk selalu berdzikir (mengingat) kepada Allah.

Keempat, Mempelajari dan membaca Al-Quran. Didalamnya banyak sekali manfaat dan hikmah yang terkandung serta petunjuk kepada jalan yang lurus yaitu jalan orang-orang yang diberi nikmat. Suatu nikmat yang tiada tanding dan tak ternilai harganya yaitu nikmat Iman dan Islam.

Subhanaullah, untuk apalagi kita tunda untuk meraih hidayah Allah ini. Ketika hidayah diraih jalan yang akan dituju menjadi terang benderang dan tidak ada keraguan didalamnya. Setelah diraih maka wajib pula untuk memeliharanya dan banyak berdo’a agar ditetapkan Iman dan Islam kita. Yakinlah agama tidak pernah mengecewakan manusia, tetapi manusia yang mengecewakan agama. Tetap Istiqomah sampai ajal menjemput.

“Ya Allah, yang membolak-balikan hati manusia, teguhkan hati kami diatas agama-MU.
Ya Allah, Janganlah Engkau palingkan hati kami setelah Engkau beri petunjuk. Dan karuniakanlah kepada kami dari sisimu kasih sayang. Sesungguhnya Engkaulah Yang Maha Pemberi”. Amin

Waullahu A’lam bishawab

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: