Sebening Hati

Manfaat Muhasabah Diri

Posted by Qandyas pada 6 April 2009

Nafsu itu senantiasa mengajak pada kehancuran, membantu para musuh, menginginkan setiap keburukan, mengikuti setiap yang jahat dan secara tabi’at, ia senantiasa menyelisihi kebaikan. Maka nikmat yang tak terbayangkan besarnya adalah ketika dapat keluar dari belenggu nafsu tersebut. Orang yang paling mengetahui tentang nafsu adalah orang yang paling benci padanya. Kebencian terhadap nafsu karena Allah adalah diantara sifat orang-orang yang benar. Dan dengan kebencian sekejap saja terhadap nafsu itu seseorang dapat menjadi dekat dengan Allah Ta’ala, bahkan berlipat-lipat dari kedekatan karena beramal. Oleh karena itu diperlukanlah Muhasabah (perenungan) diri.


Ada beberapa manfaat dari Muhasabah diri,diantaranya adalah :

1. Kita dapat mengetahui aib diri sendiri. Orang yang tidak mengetahui aib dirinya, dia tidak akan bisa menghilangkannya. Tetapi sebaliknya jika dia dapat mengetahui aib dirinya, maka ia akan membencinya karena Allah.

2. Kita menjadi tahu hak Allah Ta’ala. Dan sesuatu yang termasuk paling bermanfaat bagi hati adalah hak Allah atas Hamba-Nya. Karena hal itu akan mengakibatkan kebenciannya terhadap nafsunya dan akan menjauhkan diri daripada nya. Ia akan membersihkan diri dari Ujub (bangga diri) dan Riya sehingga terbukalah pintu tawadhu (rendahdiri), kehinaan dan ketidak berdayaan dihadapan Allah. Terbukalah bahwa keselamatan tak akan bisa didapatkan kecuali dengan Ampunan, Magfiroh dan Rahmat Allah dan seandainya ia ditimbang sesuai dengan amalnya maka ia akan binasa.

3. Membuat seseorang tidak suka memperlihatkan amalnya kepada orang lain, apapun yang terjadi. Sebab siapa yang menunjukan amalnya, niscaya amal itu tidak akan naik kepada Allah Ta’ala. Disebutkan oleh Imam Ahmad dari sebagian ahli Ilmu, bahwasannya seseorang berkata kepadanya, “Sesungguhnya aku berdiri dalam shalatku sampai menangis, bahkan hingga hamper-hampir saja tumbuh rumput karena air mataku “. Maka Ia menjawab, “Sesungguhnya jika engkau tertawa dan engkau mengakui kepada Allah akan kesalahan-kesalahanmu maka hal itu lebih baik daripada engkau menagis kemudian engkau menunjukan amal shalehmu” Lalu orang itu bertanya, “berilah aku wasiat!” Ia menjawab, “ Hendaknya engkau bersikap zuhud terhadap dunia, dan janganlah engkau melawan para penghuninya. Dan hendaklah kamu seperti lebah, jika ia makan maka hanya makan yang baik-baik, dan jika ia mengeluarkan sesuatu dari dalam perutnya maka ia hanya mengeluarkan yang baik-baik, jika bertengger diatas dahan maka tidak membahayakan dan tidak pula mematahkannya. Saya menasehati mu karena Allah sebagaimana orang-orang ingin menjinakkan anjingnya. Mereka membiarkannya lapar dan mengusirnya, tetapi anjing itu enggan dan tetap mengelilingi serta berlaku jinak kepada mereka.” ungkapnya

Subhanallah..
Sesungguhnya diantara hak-hak Allah adalah Dia wajib ditaati dan tidak diingkari, Dia wajib diingat tidak boleh dilupakan, Wajib disyukuri dan tidak boleh dikufuri.

Kesempurnaan hanya milik Allah, kekurangan dan kekhilafan hanya milik hamba-Nya.

Wallahu A’lam bishsowab.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: