<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>Sebening Hati</title>
	<atom:link href="http://qandyas.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://qandyas.wordpress.com</link>
	<description></description>
	<lastBuildDate>Wed, 31 Aug 2011 07:45:00 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
<cloud domain='qandyas.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://1.gravatar.com/blavatar/1c70238a95ed81196fef945788949c4b?s=96&#038;d=http%3A%2F%2Fs2.wp.com%2Fi%2Fbuttonw-com.png</url>
		<title>Sebening Hati</title>
		<link>http://qandyas.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://qandyas.wordpress.com/osd.xml" title="Sebening Hati" />
	<atom:link rel='hub' href='http://qandyas.wordpress.com/?pushpress=hub'/>
		<item>
		<title>Mengenali Sifat Ujub</title>
		<link>http://qandyas.wordpress.com/2009/05/22/mengenali-sifat-ujub/</link>
		<comments>http://qandyas.wordpress.com/2009/05/22/mengenali-sifat-ujub/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 22 May 2009 13:58:28 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Qandyas</dc:creator>
				<category><![CDATA[Renungan]]></category>
		<category><![CDATA[Penyakit Hati]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://qandyas.wordpress.com/?p=334</guid>
		<description><![CDATA[Sifat ujub atau lebih dikenal dengan Membanggakan diri adalah salah satu dari penyakit hati. Hal ini bisa terjadi kepada siapa saja diantara kita. Tetapi Kecenderungannya sering dihinggapi oleh orang yang mempunyai kelebihan atau kemampuan lebih baik dari yang orang lainnya. Baik dalam satu bidang keahlian, keilmuan, kreatifitas, dan lain sebagainya. Terjadi baik dalam lingkungan kecil, [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=qandyas.wordpress.com&amp;blog=6951261&amp;post=334&amp;subd=qandyas&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Sifat ujub atau lebih dikenal dengan Membanggakan diri adalah salah satu dari penyakit hati. Hal ini bisa terjadi kepada siapa saja diantara kita. Tetapi  Kecenderungannya sering dihinggapi oleh orang yang mempunyai kelebihan atau kemampuan lebih baik dari yang orang lainnya. Baik dalam satu bidang keahlian, keilmuan, kreatifitas, dan lain sebagainya. Terjadi baik dalam lingkungan kecil, kelompok atau dalam bermasyarakat. Ketika seseorang telah menganggap dirinya baik itu berarti suatu kesalahan telah terjadi, yang akan membuatnya menjadi takabur. </p>
<p>Adapun ciri-cirinya adalah sukar sekali untuk menerima kebenaran, sering memandadang remeh dan kurang menghargai orang lain. Sikap ini bisa diketahui saat ego atau nafsu lebih mendominasi didalam hati sehingga membuat hatinya menjadi keras. Kalau orang sudah terjangkit penyakit ini tidak segera menyadari, efeknya akan sangat berbahaya karena akan mengakibatkan hilangnya ketawadhuan seseorang. Dan biasanya perasaan seperti ini timbul karena ingin selalu dihormati dan disanjung.</p>
<p>Sesungguhnya orang yang baik itu tidak ada yang dapat mengetahuinya kecuali Allah. Karena Allah sajalah yang Maha mengetahui setiap hati hamba-Nya. Jika dipandangan manusia baik belum tentu dipandangan Allah itu baik tetapi lihatlah di akhir hayatnya. Hendaknya kita janganlah terlalu cepat untuk menilai baik atau buruknya seseorang. Jika Allah telah menghendaki kebaikan pada diri seseorang, maka akhir kehidupan nya akan mendapatkan khusnul khotimah (Akhir yang baik). Dan semua itu tidak lain karena karunia dan atas Rahmat Allah.<br />
<span id="more-334"></span><br />
Allah SWT berfirman :</p>
<p>“Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu mengikuti langkah- langkah syaitan. Barangsiapa yang mengikuti langkah-langkah syaitan, maka sesungguhnya syaitan itu menyuruh mengerjakan perbuatan yang keji dan yang mungkar. Sekiranya tidaklah karena karunia Allah dan rahmat-Nya kepada kamu sekalian, niscaya tidak seorangpun dari kamu bersih (dari perbuatan-perbuatan keji dan mungkar itu) selama-lamanya, tetapi Allah membersihkan siapa yang dikehendaki-Nya. Dan Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui. (QS. An Nur: 21)</p>
<p>Jadi jelaslah seandainya Allah sudah berkehendak maka akan pastilah terjadinya. Dan sebagai hamba-Nya kita tidaklah mengetahui bahwa ketika seseorang yang melakukan kemaksiatan itu pada akhirnya akan menyesali atas apa yang diperbuat. Lalu sadar, menyesal, bertaubat dengan sunguh-sunguh dan berjanji tidak akan melakukanya kemaksiatan itu kembali. Kalau ditanya mungkin syeitan pun akan menyesal telah memperdayanya sehingga balasan yang diterima bukannya berlanjut pada kenistaan tetapi justru malah taubatan nasuha atas karunia dan Rahmat Allah. Bagi orang yang yang telah membanggakan diri dan merasa diri lebih bisa saja  larut kepada kesombongan, maka  terjebaklah ia dalam dosa yang lebih besar dari orang yang di remehkan tersebut. </p>
<p>Untuk menghidari sifat ujub ini, munculkan lah selalu sifat tawadhu dan sibuk kan diri dengan melihat aib dan kekurangan diri sendiri. Sehingga tidak sempat lagi untuk memikirkan aib dan kekurangan pada orang lain. Selalu berdo’a dan memohon kepada Allah dengan merendahkan diri agar dijauhkan dari penyakit-penyakit hati seperti sifat ujub ini. Dan satu hal yang amat penting bagi kita adalah dengan mengawali segala kebaikan yang dilakukan dengan niat yang murni karena Allah. Ini adalah jalan terbaik sehingga kekurangan dan kesalahan itu akan berubah menjadi cucuran Rahmat Allah bagi diri. </p>
<p>Dari Amirul Mu’minin, (Abu Hafsh atau Umar bin Khottob rodiyallohu’anhu) dia berkata: ”Aku pernah mendengar Rosululloh shollallohu’alaihi wassalam bersabda: “Sesungguhnya seluruh amal itu tergantung kepada niatnya, dan setiap orang akan mendapatkan sesuai niatnya. Oleh karena itu, barangsiapa yang berhijrah karena Allah dan Rosul-Nya, maka hijrahnya kepada Allah dan Rosul-Nya. Dan barangsiapa yang berhijrah karena (untuk mendapatkan) dunia atau karena wanita yang ingin dinikahinya maka hijrahnya itu kepada apa yang menjadi tujuannya (niatnya).’” (Diriwayatkan oleh dua imam ahli hadits; Abu Abdillah Muhammad bin Ismail bin Ibrohim bin Mughiroh bin Bardizbah Al-Bukhori dan Abul Husain Muslim bin Al-Hajjaj bin Muslim Al-Qusairy An-Naisabury di dalam kedua kitab mereka yang merupakan kitab paling shahih diantara kitab-kitab hadits)</p>
<p>Semoga Allah selalu meridhoi semua amal kebaikan yang kita lakukan. Mohon maaf apabila ada kesalahan baik yang disengaja maupun yang tidak, baik yang saya ketahui maupun tidak saya ketahui. Karena diri ini tempatnya salah dan sungguh berbahagianya ketika mengetahui kesalahan itu sehingga bisa langsung bertaubat kepada Allah. Saya sadar bahwa kesempurnaan hanya milik Allah, kekurangan dan kekhilafan hanya milik diri ini.</p>
<p>Wallahu a’lam bishowab.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/qandyas.wordpress.com/334/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/qandyas.wordpress.com/334/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/qandyas.wordpress.com/334/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/qandyas.wordpress.com/334/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/qandyas.wordpress.com/334/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/qandyas.wordpress.com/334/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/qandyas.wordpress.com/334/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/qandyas.wordpress.com/334/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/qandyas.wordpress.com/334/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/qandyas.wordpress.com/334/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/qandyas.wordpress.com/334/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/qandyas.wordpress.com/334/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/qandyas.wordpress.com/334/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/qandyas.wordpress.com/334/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=qandyas.wordpress.com&amp;blog=6951261&amp;post=334&amp;subd=qandyas&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://qandyas.wordpress.com/2009/05/22/mengenali-sifat-ujub/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/0bf4ec48184dd4d6edf038e2350a30ef?s=96&#38;d=&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Dyas</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Cara Menghilangkan Kesedihan</title>
		<link>http://qandyas.wordpress.com/2009/05/14/cara-menghilangkan-kesedihan/</link>
		<comments>http://qandyas.wordpress.com/2009/05/14/cara-menghilangkan-kesedihan/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 14 May 2009 06:05:45 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Qandyas</dc:creator>
				<category><![CDATA[Nasehat]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://qandyas.wordpress.com/?p=326</guid>
		<description><![CDATA[Perasaan sedih adalah sesuatu yang akan menimpa setiap orang pada saat menjalani kehidupan ini. Kesedihan akan muncul saat kita mengalami suatu kesulitan di dunia ini dan merasa sulit dalam meghadapinya. Ini adalah fitrah manusia, sebab bukankah sesudah kesedihan pasti ada kegembiraan dan tidak ada seorang pun yang selalu hidup dalam kesedihan. Allah SWT Berfirman : [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=qandyas.wordpress.com&amp;blog=6951261&amp;post=326&amp;subd=qandyas&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Perasaan sedih adalah sesuatu yang akan menimpa setiap orang pada saat menjalani kehidupan ini. Kesedihan akan muncul saat kita mengalami suatu kesulitan di dunia ini dan merasa sulit dalam meghadapinya. Ini adalah fitrah manusia, sebab bukankah sesudah kesedihan pasti ada kegembiraan dan tidak ada seorang pun yang selalu hidup dalam kesedihan. Allah SWT Berfirman :</p>
<p>“Dan bahwasannya Dialah yang menjadikan orang tertawa dan menangis” (QS. An Najm :43)</p>
<p>Biasanya kesedihan akan muncul tatkala kita kurang memiliki kesabaran dalam menghadapi suatu musibah. Tetapi ketika kesabaran menjadi tameng dan senjata dalam menghadapinya maka semuanya akan terasa ringan dan akan berakhir kepada kebahagian. Selain itu bersikaplah untuk selalu berbaik sangka bahwa kesedihan yang dialami sekarang lebih kecil di banding dengan kebahagiaan yang akan didapat kelak. Hadapi semua ini sebagai suatu ujian yang akan membuat kita menjadi lebih mulia disisi Allah dengan selalu berbuat kebaikan dan kebaikan. Hal ini dapat dicapai ketika diri ini lebih memikirkan akhirat yang lebih kekal yang di dalamnya tidak ada kesedihan dan kesusahan sedikitpun.<br />
<span id="more-326"></span><br />
Misalnya dalam menghadapi ejekan orang atau saat ada orang yang membicarakan kejelekan kita, jangan lah kita balas dengan sesuatu yang setimpal berupa ejekan lagi. Karena pada hakikatnya dia telah memberikan suatu kebaikan dari kebaikannya. Lebih baik jika kita berharap, semoga Allah SWT membalas dengan kebaikan pula. Sesuatu yang penting adalah melakukan sesuatu yang bermanfaat di dunia maupun di akhirat. Disini bukan berarti kita lemah, tetapi untuk dapat selalu produktif dalam melanjutkan berbuat kebaikan di hari kedepan.  </p>
<p>Semoga kita dapat melewati kesedihan dengan diiringi kesabaran dan kegembiraan yang diiringi dengan rasa syukur.</p>
<p>Wallahu A’lam bishawab</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/qandyas.wordpress.com/326/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/qandyas.wordpress.com/326/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/qandyas.wordpress.com/326/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/qandyas.wordpress.com/326/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/qandyas.wordpress.com/326/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/qandyas.wordpress.com/326/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/qandyas.wordpress.com/326/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/qandyas.wordpress.com/326/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/qandyas.wordpress.com/326/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/qandyas.wordpress.com/326/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/qandyas.wordpress.com/326/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/qandyas.wordpress.com/326/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/qandyas.wordpress.com/326/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/qandyas.wordpress.com/326/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=qandyas.wordpress.com&amp;blog=6951261&amp;post=326&amp;subd=qandyas&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://qandyas.wordpress.com/2009/05/14/cara-menghilangkan-kesedihan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>6</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/0bf4ec48184dd4d6edf038e2350a30ef?s=96&#38;d=&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Dyas</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Ingat Dalam Do&#8217;a..</title>
		<link>http://qandyas.wordpress.com/2009/05/11/ingat-dalam-doa/</link>
		<comments>http://qandyas.wordpress.com/2009/05/11/ingat-dalam-doa/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 11 May 2009 16:06:18 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Qandyas</dc:creator>
				<category><![CDATA[Do'a]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://qandyas.wordpress.com/?p=312</guid>
		<description><![CDATA[Persaudaraan itu tidak terletak pada intensitas pertemuan. Bukan pula pada manisnya ucapan di bibir. Tapi pada ingatan seseorang terhadap saudaranya di dalam doanya.<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=qandyas.wordpress.com&amp;blog=6951261&amp;post=312&amp;subd=qandyas&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img src="http://qandyas.files.wordpress.com/2009/05/doa-ok4.jpg?w=300&#038;h=190" alt="" title="" width="300" height="190" class="aligncenter size-medium wp-image-313" />
<ul>
<strong>Persaudaraan itu tidak terletak pada intensitas pertemuan. Bukan pula pada manisnya ucapan di bibir. Tapi pada ingatan seseorang terhadap saudaranya di dalam doanya.</strong>
</ul>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/qandyas.wordpress.com/312/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/qandyas.wordpress.com/312/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/qandyas.wordpress.com/312/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/qandyas.wordpress.com/312/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/qandyas.wordpress.com/312/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/qandyas.wordpress.com/312/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/qandyas.wordpress.com/312/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/qandyas.wordpress.com/312/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/qandyas.wordpress.com/312/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/qandyas.wordpress.com/312/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/qandyas.wordpress.com/312/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/qandyas.wordpress.com/312/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/qandyas.wordpress.com/312/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/qandyas.wordpress.com/312/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=qandyas.wordpress.com&amp;blog=6951261&amp;post=312&amp;subd=qandyas&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://qandyas.wordpress.com/2009/05/11/ingat-dalam-doa/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/0bf4ec48184dd4d6edf038e2350a30ef?s=96&#38;d=&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Dyas</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://qandyas.files.wordpress.com/2009/05/doa-ok4.jpg?w=300" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>Kebesaran Allah Dan Kerendahan Dunia</title>
		<link>http://qandyas.wordpress.com/2009/05/09/kebesaran-allah-dan-kerendahan-dunia/</link>
		<comments>http://qandyas.wordpress.com/2009/05/09/kebesaran-allah-dan-kerendahan-dunia/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 09 May 2009 03:51:27 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Qandyas</dc:creator>
				<category><![CDATA[Renungan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://qandyas.wordpress.com/?p=296</guid>
		<description><![CDATA[Segala Puji bagi Allah yang dari belas kasih Nya tak ada orang yang kehilangan harapannya, yang dari nikmat-nikmat Nya tak ada orang yang tidak mendapatkan, yang dari Keampunan Nya tak ada orang yang kecewa, dan yang ibadat kepada Nya tak ada yang terlalu tinggi. Dunia ini adalah suatu tempat yang fana dan penghuninya akan meninggalkannya. [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=qandyas.wordpress.com&amp;blog=6951261&amp;post=296&amp;subd=qandyas&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Segala Puji bagi Allah yang dari belas kasih Nya tak ada orang yang kehilangan harapannya, yang dari nikmat-nikmat Nya tak ada orang yang tidak mendapatkan, yang dari Keampunan Nya tak ada orang yang kecewa, dan yang ibadat kepada Nya tak ada yang terlalu tinggi.</p>
<p>Dunia ini adalah suatu tempat yang fana dan penghuninya akan meninggalkannya. Ia manis dan hijau. Ia bergegas kepada pencarinya dan bertaut pada hati si pemandang. Maka tinggalkan lah dia dengan perbekalan terbaik yang dapat kita peroleh, dan jangan meminta disini lebih banyak dari yang cukup, dan jangan menuntut darinya lebih dari kebutuhan hidup.<br />
<span id="more-296"></span><br />
Berhati-hatilah. Dunia ini adalah darimana perlindungan tak dapat dicari kecuali sementara berada didalamnya. Tindakan yang dilakukan semata-mata untuk dunia ini tak dapat menjamin keselamatan. Manusia di coba melalui cobaan. Apa yang telah diambilnya disini bagi kesenangan duniawi, akan diambil darinya dengan kematian dan ia akan ditanya tentangnya. Dan segala perbuatan baik yang telah dicapai untuk akhirat, akan didapatinya disana dan tinggal dengannya. Bagi orang cerdas, dunia ini laksana bayangan yaitu sesaat ia terbentang dan meluas tetapi segera ia mengerut dan menciut.</p>
<p>Duhai diri, ingatlah selalu tujuan hidup ini<br />
Mencari bekal yang akan dibawa nanti menghadap-Nya<br />
Tunaikan Hak-Nya, Jauhi larangan Nya, ikutilah Rasul-Nya.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/qandyas.wordpress.com/296/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/qandyas.wordpress.com/296/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/qandyas.wordpress.com/296/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/qandyas.wordpress.com/296/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/qandyas.wordpress.com/296/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/qandyas.wordpress.com/296/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/qandyas.wordpress.com/296/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/qandyas.wordpress.com/296/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/qandyas.wordpress.com/296/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/qandyas.wordpress.com/296/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/qandyas.wordpress.com/296/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/qandyas.wordpress.com/296/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/qandyas.wordpress.com/296/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/qandyas.wordpress.com/296/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=qandyas.wordpress.com&amp;blog=6951261&amp;post=296&amp;subd=qandyas&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://qandyas.wordpress.com/2009/05/09/kebesaran-allah-dan-kerendahan-dunia/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/0bf4ec48184dd4d6edf038e2350a30ef?s=96&#38;d=&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Dyas</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Indikasi Takut Kepada Allah</title>
		<link>http://qandyas.wordpress.com/2009/05/08/indikasi-takut-kepada-allah/</link>
		<comments>http://qandyas.wordpress.com/2009/05/08/indikasi-takut-kepada-allah/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 08 May 2009 08:14:10 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Qandyas</dc:creator>
				<category><![CDATA[Niat]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://qandyas.wordpress.com/?p=291</guid>
		<description><![CDATA[Seorang mukmin sejati ialah orang yang takut kepada Allah SWT dengan seluruh organ dan anggota tubuhnya. Sebagaimana yang dikatakan oleh Abu Laits, bahwa takut kepada Allah dapat dilihat indikasinya dalam tujuh hal berikut ini : 1. Lidahnya: Orang yang takut kepada Allah, selalu berusaha mencegah lidahnya dari berbohong, mengunjing, mengadu domba, membual dan mengobral perkataan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=qandyas.wordpress.com&amp;blog=6951261&amp;post=291&amp;subd=qandyas&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Seorang mukmin sejati ialah orang yang takut kepada Allah SWT dengan seluruh organ dan anggota tubuhnya. Sebagaimana yang dikatakan oleh Abu Laits, bahwa takut kepada Allah dapat dilihat indikasinya dalam tujuh hal berikut ini :</p>
<p>1. Lidahnya:</p>
<p>Orang yang takut kepada Allah, selalu berusaha mencegah lidahnya dari berbohong, mengunjing, mengadu domba, membual dan mengobral perkataan yang tidak berguna. Ia akan menjadikan lidahnya sibuk untuk berzikir kepada Allah, membaca Al-quran, berdiskusi dan mengkaji ilmu.</p>
<p>2. Hatinya:</p>
<p>Orang yang takut kepada Allah akan selalu mengeluarkan rasa permusuhan, kebohongan dan kedengkian dari hatinya. Karena kedengkian itu dapat merusak kebaikan sebagaimana sabda Rasululllah Saw: “ Sesungguhnya dengki itu akan membakarhangus kebaikan, sebagaimana api membakar kayu bakar.”</p>
<p>Ketahuilah bahwa dengki itu termasuk penyakit hati yang sangat berbahaya. Dan semua penyakit hati tidak akan dapat di sembuhkan melainkan dengan ilmu dan amal.<br />
<span id="more-291"></span><br />
3. Penglihatannya:</p>
<p>Orang yang takut kepada Allah, tidak akan melihat apa yang haram, baik mengenai makanan, minuman, pakaian dsb. Dia tidak memandang dunia dengan nafsu, ambisi dan keinginannya, tetapi dia memandang untuk mengambil pelajaran dan ibrah. Dia tidak memandang pada sesuatu yang tidak halal dilihat. Rasululllah bersabda : “ Barangsiapa yang memenuhi matanya dengan sesuatu yang haram, maka Allah akan memenuhi matanya dengan api neraka, kelak di hari kiamat.”</p>
<p>4. Perutnya:</p>
<p>Orang yang takut kepada Allah, tidak akan memasukan barang yang haram ke dalam perutnya,karena yng demikian adalah dosa besar. Rasulullah bersabda : “Apabila nasi jatuh keperut anak cucu Adam, maka malaikat yang ada di bumi dan dilangit melaknatinya selama suapan makanan itu berada dalam perutnya dan kalau ia mati dalam keadaan demikian, maka tempatnya adalah neraka jahanam.”</p>
<p>5. Tangannya:</p>
<p>Orang yang takut kepada Allah, tidak mau menerima sesuatu yang haram, tetapi selalu berusaha untuk menggapai dan meraih yang mengandung unsure ketaatan dan dapat mendekatkan diri kepada Allah SWT. Diriwayatkan dari Ka’ab bin Akhbar, ia berkata : “ Allah swt menciptakan suatu perkampungan dari zabarjad yang berwarna hijau. Dalam perkampungan itu terdapat seribu rumah dan didalam setiap rumah terdapat seribu kamar. Tidak ada yang dapat menempati tempat yang sedemikian indah itu, kecuali seseorang yang apabila di sodorkan atau ditawarkan kepadanya sesuatu yang haram dia menolak dan meninggalkannya, karena takut kepada Allah.”</p>
<p>6. Kakinya:</p>
<p>Orang yang takut kepada Allah swt, tidak akan melangkahkan kakinya untuk berjalan dalam kemaksiatan kepada Allah swt. Tetapi kakinya digunakan berjalan dalam ketaatan dan mencari keridhoaan-Nya dan berjalan kearah kebaikan, bergaul bersama ulama dan orang-orang yang shaleh.</p>
<p>7. Ketaatanya:</p>
<p>Orang yang takut kepada Allah swt, selalu mengorientasikan segala aktivitas ketatannya dan keshalehannya hanya untuk mencari keridhoan Allah, menjauhi sifat ri’ya dan kemunafikan.</p>
<p>Jika seseorang telah melakukan yang demikian, maka ia termasuk kategori orang-orang yang sebagaimana disebutkan dalam  firman Allah swt, sebagai berikut :</p>
<p>“ Dan kehidupan akhirat itu disisi Tuhanmu adalah bagi orang-orang yang  bertaqwa.” (QS. Az-zukhruf :35)</p>
<p>Semoga Allah SWT menganugerahi kita kekuatan untuk melaksanakan semuanya.</p>
<p>Wallahu A’lam </p>
<p>(Dikutip dari Mukasyafatul Qulub karya Imam Al-Ghazali &#8211; Terj. Menyingkap rahasia Qalbu). </p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/qandyas.wordpress.com/291/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/qandyas.wordpress.com/291/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/qandyas.wordpress.com/291/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/qandyas.wordpress.com/291/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/qandyas.wordpress.com/291/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/qandyas.wordpress.com/291/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/qandyas.wordpress.com/291/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/qandyas.wordpress.com/291/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/qandyas.wordpress.com/291/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/qandyas.wordpress.com/291/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/qandyas.wordpress.com/291/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/qandyas.wordpress.com/291/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/qandyas.wordpress.com/291/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/qandyas.wordpress.com/291/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=qandyas.wordpress.com&amp;blog=6951261&amp;post=291&amp;subd=qandyas&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://qandyas.wordpress.com/2009/05/08/indikasi-takut-kepada-allah/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/0bf4ec48184dd4d6edf038e2350a30ef?s=96&#38;d=&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Dyas</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Meraih Hidayah Allah</title>
		<link>http://qandyas.wordpress.com/2009/05/04/cara-meraih-hidayah-allah/</link>
		<comments>http://qandyas.wordpress.com/2009/05/04/cara-meraih-hidayah-allah/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 04 May 2009 10:18:01 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Qandyas</dc:creator>
				<category><![CDATA[Hidayah]]></category>
		<category><![CDATA[Hidayah Allah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://qandyas.wordpress.com/?p=283</guid>
		<description><![CDATA[Setiap diri manusia pasti di dalam hati nya ingin bahagia,baik di dunia maupun di akhirat. Kebahagian akan didapat tatkala hidayah Allah telah menerangi hati seseorang. Untuk mendapatkan hidayah ini tak semua orang bisa mendapatkannya melainkan harus dengan suatu usaha yang gigih dan bersungguh-sungguh. Didalam setiap diri dan pribadi muslim wajib meyakini bahwa pintu hidayah senantiasa [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=qandyas.wordpress.com&amp;blog=6951261&amp;post=283&amp;subd=qandyas&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img src="http://qandyas.files.wordpress.com/2009/05/berdoa.jpg?w=120&#038;h=120" alt="" title="" width="120" height="120" class="alignleft size-thumbnail wp-image-287" />  Setiap diri manusia pasti di dalam hati nya ingin bahagia,baik di dunia maupun di akhirat. Kebahagian akan didapat tatkala hidayah Allah telah menerangi hati seseorang. Untuk mendapatkan hidayah ini tak semua orang bisa mendapatkannya melainkan harus dengan suatu usaha yang gigih dan bersungguh-sungguh. Didalam setiap diri dan pribadi muslim wajib meyakini bahwa pintu hidayah senantiasa terbuka di sisi Allah untuk siapa saja yang dikehendaki-Nya. Hidayah Allah apabila sudah membuka pintu hati seseorang, niscaya dia pasti menjadi lembut sehingga menjadikannya senang dalam menerima nasehat, gemar melakukan amal kebaikan dan pandai melihat aib dan kekurangan yang ada pada dirinya sendiri. Setiap relung hatinya selalu dipenuhi rindu dan cinta kepada Allah.</p>
<p>Semangatnya selalu bergelora dan tak pernah padam untuk berhenti dalam menuntut ilmu agama. Ketika itu pula Allah akan memberikan petunjuk dia kefahaaman dalam agama, pandai bersyukur dan Qalbunya selalu menyadari apa yang ditempuh sehingga lisannya selamat, akhlaknya lurus, pandangan mata dan pendengarannya tajam terhadap hal-hal yang mengandung manfaat didunia dan akhirat dan cepat menyadari dosa serta menyegerakannya dengan bertobat.<br />
<span id="more-283"></span><br />
Allah SWT Berfirman :<br />
<em>&#8220;Barang siapa dikehendaki Allah akan mendapat hidayah (petunjuk), Dia akan membukakan dadanya untuk (menerima) Islam. Dan barang siapa dikehendaki-Nya menjadi sesat, Dia jadikan dadanya sempit dan sesak, seakan-akan dia (sedang) mendaki ke langit. Demikianlah Allah menimpakan siksa kepada orang-orang yang tidak beriman.&#8221; (QS. Al-An’am: 125)</em></p>
<p>Dalam ayat ini dilukiskan, bahwa orang yang disempitkan dadanya bagaikan orang yang mendaki langit. Artinya, orang tersebut mustahil mendapat dan menerima kebenaran, dan mustahil dapat menjauh dari kebatilan, sebab mereka tidak beriman dan tidak meyakini kebenaran yang dibawa Nabi saw, yaitu dinul-Islam.</p>
<p>Tidak mudah memang untuk meraihnya, jadi diperlukan suatu cara dari berbagai cara yang ada, diantaranya :</p>
<p><em>Pertama</em>, menuntut ilmu agama yaitu mengenal Allah, mengenal nabi-Nya dan mengenal agama beserta dalil-dalilnya didalam Al-quran dan hadist.</p>
<p><em>Kedua,</em> beramal yang disertai dengan ilmu. Sehingga setiap amal akan mengandung nilai ibadah disisi Allah serta giat dalam melaksanakannya.</p>
<p><em>Ketiga,</em> Bergaul dan kumpul dengan orang-orang sholeh, menghadiri majlis-majlis ilmu karena banyak sekali yang didalamnya mengajak untuk selalu berdzikir (mengingat) kepada Allah.</p>
<p><em>Keempat,</em> Mempelajari dan membaca Al-Quran. Didalamnya banyak sekali manfaat dan hikmah yang terkandung serta petunjuk kepada jalan yang lurus yaitu jalan orang-orang yang diberi nikmat. Suatu nikmat yang tiada tanding dan tak ternilai harganya yaitu nikmat Iman dan Islam.</p>
<p>Subhanaullah, untuk apalagi kita tunda untuk meraih hidayah Allah ini. Ketika hidayah diraih jalan yang akan dituju menjadi terang benderang dan tidak ada keraguan didalamnya. Setelah diraih maka wajib pula untuk memeliharanya dan banyak berdo’a agar ditetapkan Iman dan Islam kita. Yakinlah agama tidak pernah mengecewakan manusia, tetapi manusia yang mengecewakan agama. Tetap Istiqomah sampai ajal menjemput.</p>
<p><em>&#8220;Ya Allah, yang membolak-balikan hati manusia, teguhkan hati kami diatas agama-MU.<br />
Ya Allah,  Janganlah Engkau palingkan hati kami setelah Engkau beri petunjuk. Dan karuniakanlah kepada kami dari sisimu kasih sayang. Sesungguhnya Engkaulah Yang Maha Pemberi”. Amin</em></p>
<p>Waullahu A’lam bishawab</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/qandyas.wordpress.com/283/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/qandyas.wordpress.com/283/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/qandyas.wordpress.com/283/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/qandyas.wordpress.com/283/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/qandyas.wordpress.com/283/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/qandyas.wordpress.com/283/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/qandyas.wordpress.com/283/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/qandyas.wordpress.com/283/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/qandyas.wordpress.com/283/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/qandyas.wordpress.com/283/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/qandyas.wordpress.com/283/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/qandyas.wordpress.com/283/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/qandyas.wordpress.com/283/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/qandyas.wordpress.com/283/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=qandyas.wordpress.com&amp;blog=6951261&amp;post=283&amp;subd=qandyas&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://qandyas.wordpress.com/2009/05/04/cara-meraih-hidayah-allah/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/0bf4ec48184dd4d6edf038e2350a30ef?s=96&#38;d=&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Dyas</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://qandyas.files.wordpress.com/2009/05/berdoa.jpg?w=120" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>Cara Mensyukuri Kekurangan Diri</title>
		<link>http://qandyas.wordpress.com/2009/04/29/cara-mensyukuri-kekurangan-diri/</link>
		<comments>http://qandyas.wordpress.com/2009/04/29/cara-mensyukuri-kekurangan-diri/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 29 Apr 2009 05:41:54 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Qandyas</dc:creator>
				<category><![CDATA[Nasehat]]></category>
		<category><![CDATA[Bersyukur]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://qandyas.wordpress.com/?p=276</guid>
		<description><![CDATA[Setiap orang mempunyai kelebihan dan kekurangan tertentu. Baik dalam segi fisik, rupa, meteri, dll. Sifat kita lemah dan tidak memiliki kemampuan apapun untuk berkehendak sesuai yang diinginkan dihadapan Allah. Misalnya kita kepingin tampan atau cantik, gagah dan kaya seperti yang di idamkan. Allah Maha Berkehendak dan Maha Mengetahui atas apa yang diciptankan-Nya. Kita tidak ada [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=qandyas.wordpress.com&amp;blog=6951261&amp;post=276&amp;subd=qandyas&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Setiap orang mempunyai kelebihan dan kekurangan tertentu. Baik dalam segi fisik, rupa, meteri, dll. Sifat kita lemah dan tidak memiliki kemampuan apapun untuk berkehendak sesuai yang diinginkan dihadapan Allah. Misalnya kita kepingin tampan atau cantik, gagah dan kaya seperti yang di idamkan. Allah Maha Berkehendak dan Maha Mengetahui atas apa yang diciptankan-Nya. Kita tidak ada pilihan apalagi untuk mempermasalahkannya dalam hal ini. Memang begitulah Allah menjadikan manusia agar tidak menjadi sombong. Disinilah dituntut untuk sabar dan bersyukur atas apa yang di anugrahkan kepada setiap hamba-Nya. Sehingga kita dapat mengambil pelajaran dari apa yang kita lihat, dengar dan rasa.<br />
<span id="more-276"></span><br />
Terkadang merasa rendah diri ketika melihat kekurangan yang ada pada diri atau minder sering kali terjadi, maka salah satu caranya adalah anggap semua itu sebagai suatu kelebihan yang tidak dimiliki pada orang yang diberikan kelebihan tersebut. Kita ambil contoh, apakah kita mengira ketampanan ataupun kecantikkan itu sentiasa membawa kebahagiaan? Kekayaan menjadi tolak ukur bahagia ? Jawabannya tidak selalu cantik atau tampan dan kaya itu bahagia. Biasanya ketakutannya pun akan lebih dominan terhadap keburukan yang akan menimpa.  </p>
<p>Berapa banyak orang cantik yang resah ketika muncul jerawat satu saja di wajahnya. Karena apa, orang cantik fobia menjadi buruk. Bagi orang yang tidak pandai bersyukur, hal ini selalu dapat menyusahkan dirinya dibandingkan dengan mereka yang kurang cantik. Padahal muda, cantik dan menjadi tua adalah sesuatu yang pasti terjadi. Lalu bagaimana perasan orang cantik menghadapi hari tua mereka, bukankah rasa resah lebih menyelimuti, tidak menarik dan kehilangan kecantikan yang selalu terbayang?</p>
<p>Banyak kita saksikan di media cetak maupun elektronik, kisah kehidupan wanita cantik yang selalu dipenuhi onak dan duri. Jika tanpa di bekali Iman dan taqwa maka dapat terjerumus kedalam kemaksiatan. Ketahuilah bahwa semua kelebihan yang dimiliki itu juga merupakan ujian dari Allah kepada hambanya. Disadari atau tidak bagi mereka yang gagal memahami kelebihan pada dirinya atau kecantikan yang diberikankan Allah bisa menyebabkan diri cenderung untuk membanggakan diri. Sehingga bagi yang mempunyai kekurangan diri hal ini merupakan cambuk karena kesempatan untuk membanggakan diri itu kecil sekali.   </p>
<p>Bagaimana sekarang kita agar dapat merasa cukup dan bahagia atas semua yang telah Allah berikan kepada kita yaitu dengan Bersyukur. Cara bersyukur yaitu dengan menjalankan semua yang diperintah-Nya dan menjauhi larangan-Nya. Memandang dalam hal dunia selalu dengan melihat kebawah sedang masalah akhirat (Ilmu dan amal) selalu memandang keatas. Serta meyakini takdir baik dan buruk datangnya dari Allah yang menggemgam diri ini. Allah tidak memandang kaya atau miskin, cantik atau jelek, tetapi yang dipandang adalah ke-taqwa-an nya.</p>
<p>Oleh karena itu bahwa orang cantik, orang gemuk, orang kurus, orang pendek, orang cacat, orang miskin semua itu hanyalah ukuran manusia. Bersyukurlah atas semua apa yang telah Allah anugrahkan kepada kita. Kesempurnaan hanya milik Allah, kekurangan dan kekhilafan hanya milik hanba-Nya.</p>
<p>Wallahu A’lam bishowab</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/qandyas.wordpress.com/276/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/qandyas.wordpress.com/276/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/qandyas.wordpress.com/276/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/qandyas.wordpress.com/276/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/qandyas.wordpress.com/276/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/qandyas.wordpress.com/276/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/qandyas.wordpress.com/276/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/qandyas.wordpress.com/276/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/qandyas.wordpress.com/276/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/qandyas.wordpress.com/276/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/qandyas.wordpress.com/276/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/qandyas.wordpress.com/276/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/qandyas.wordpress.com/276/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/qandyas.wordpress.com/276/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=qandyas.wordpress.com&amp;blog=6951261&amp;post=276&amp;subd=qandyas&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://qandyas.wordpress.com/2009/04/29/cara-mensyukuri-kekurangan-diri/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/0bf4ec48184dd4d6edf038e2350a30ef?s=96&#38;d=&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Dyas</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Orang Yang Tidak Percaya Dengan Takdir dan Tawakal..</title>
		<link>http://qandyas.wordpress.com/2009/04/25/orang-yang-tidak-percaya-dengan-takdir-dan-tawakal/</link>
		<comments>http://qandyas.wordpress.com/2009/04/25/orang-yang-tidak-percaya-dengan-takdir-dan-tawakal/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 25 Apr 2009 04:52:59 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Qandyas</dc:creator>
				<category><![CDATA[Aqidah]]></category>
		<category><![CDATA[Nasehat]]></category>
		<category><![CDATA[Islami]]></category>
		<category><![CDATA[Takdir]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://qandyas.wordpress.com/?p=257</guid>
		<description><![CDATA[Pada suatu hari ada seorang Raja yang tidak percaya pada takdir. Dia mencoba pada seorang pengemis. Dan ketika itu ada pengemis datang, sang raja bermaksud ingin menandingi kekuasaan dan takdir Allah. Raja itu ingin mentakdirkan si pengemis itu menjadi orang kaya. Pertama, Pengemis datang diberi tongkat bambu tapi didalamnya diisi dengan emas, sehingga nanti pengemis [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=qandyas.wordpress.com&amp;blog=6951261&amp;post=257&amp;subd=qandyas&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img src="http://qandyas.files.wordpress.com/2009/04/sunrise_geese.jpg?w=150&#038;h=100" alt="" title="" width="150" height="100" class="alignleft size-thumbnail wp-image-258" />  Pada suatu hari ada seorang Raja yang tidak percaya pada takdir. Dia mencoba pada seorang pengemis. Dan ketika itu ada pengemis datang, sang raja bermaksud ingin menandingi kekuasaan dan takdir Allah. Raja itu ingin mentakdirkan si pengemis itu menjadi orang kaya.</p>
<p><strong>Pertama,</strong> Pengemis datang diberi tongkat bambu tapi didalamnya diisi dengan emas, sehingga nanti pengemis setelah mengetahui isi tongkat tadi, maka ia akan menjadi kaya. Raja optimis kalau ia dapat mengalahkan takdir Allah. Dan ia yakin kalau pengemis itu pulang akan menjadi jutawan dan tidak mengemis lagi. Tapi sepulang mengemis ada orang yang tertarik pada tongkat yang dipakai oleh pengemis itu dan ia mau membelinya. Pengemis itu memberikannya dengan imbalan dua nasi bungkus. Maka raja kaget setelah pengemis itu dating lagi.<br />
<span id="more-257"></span><br />
<strong>Kedua,</strong> Raja pun masih belum puas, dia masih ingin menandingi Tuhan untuk menakdirkan pengemis itu menjadi jutawan, maka diberinya pengemis itu buah semangka yang didalamnya diisi penuh dengan emas. Semangka itu dibawa pulang oleh sang pengemis, tapi ditengah jalan dia bertemu dengan seorang turis yang sedang kehausan dan menginginkan semangka itu. Semangka itu ditawarkan dengan seharga sepuluh bungkus nasi dan turis itu menyetujuinya. Pada hari selanjutnya pengemis itu datang lagi pada sang raja, raja pun kaget dengan kedatangan pengemis itu. Kemudian raja itu memberitahukan bahwa tongkat dan buah semangka yang ia  berikan kemarin berisi emas. Pengemis tadi berkata kepada raja, inilah takdir Tuhan, saya jadi pengemis harus bersabar. Tapi dengan sombongnya raja tertawa terbahak-bahak. Sekarang kamu harus percaya, kamu akan saya takdirkan menjadi orang kaya raya. Maka dua pikul emas diberikan secara cuma-cuma oleh raja kepada si pengemis. Betapa gembiranya hati si pengemis, sambil memikul emas dia membayangkan akan membuat rumah mewah yang terbaik, membeli perabotan yang mahal, menikah dengan gadis yang cantik dsb. Akhirnya ia tidak tahu bahwa didepannya ada lubang sumur dan terjatuhlah pengemis itu hingga meninggal di dalam sumur.</p>
<p>Satu I’tibar yang ironis sekali. Baik sekali kalau kita memohon kepada Allah dengan suatu keinginan lalu Allah tidak mengabulkan, kita harus bersyukur atas penolakan Allah itu, sebab kemungkinan permohohan itu nantinya tidak bermanfaat pada diri kita bahkan menambah celaka dan mudharat yang mematikan pikiran kita sendiri. Percayalah sepenuhnya kepada Allah bahwa Dia Maha Bijaksana. Kepasrahan diri yang disertai dengan usaha (Ikhtiar) kepada Allah adalah obat penenang, ketentraman batin yang tidak tersedia di apotik manapun, tapi hasilnya sungguh luar biasa. Hal itu tidak bisa dirasakan oleh orang yang ingkar pada hukum Allah.</p>
<p>Orang arif mengibaratkan bahwa permohonan yang tidak dikabulkan oleh Allah adalah seperti anak kecil yang minta dibelikan es oleh ibunya. Tapi walaupun sampai menangis si ibu tidak mau membelikannya, sebab si ibu tahu kalau es itu mengakibatkan anaknya bisa terserang penyakit (batuk dan pilek). Oleh sebab itu ibu yang bijaksana bisa melakukan peran yang baik demi masa depan anaknya.</p>
<p>Misalnya, kebiasaan seorang dokter apabila ada pasien datang, kemudian pasien itu matanya merah dan bengkak. Oleh dokter pasien tadi tidak langsung di suntik matanya tapi diberikan obat tetes dengan takaran dan dosis tertentu, kenapa ? sebab kalau disuntik matanya bukan tambah sembuh tapi malah membuatnya buta. Begitulah kebijaksanaan Allah, mungkin banyak yang kita tidak tahu.</p>
<p>Pada jaman sekarang ini banyak manusia yang sesat dikarenakan kecewa dan tidak tawakal. Mereka mencari pesugihan dengan maksud untuk cepat menjadi kaya. Atau pergi ke dukun untuk minta jimat dan lain sebagainya untuk kepentingan duniawinya yang menyimpang dari syariat Islam. Padahal Allah melaknat orang yang bersekutu dengan selain-Nya. Ini merupakan Dosa Syirik yang tak diampuni oleh Allah. </p>
<p><em>Sikap syukur dan menjaga selalu nikmat iman dan islam adalah yang terbaik yang tiada ternilai harganya. Ucapakanlah selalu <strong>Laa ilaaha illallah Muhammadan rasulullah</strong> (Tiada yang berhak disembah selain Allah, Muhammad utusan Allah). <strong>Inilah kunci Syurga</strong></em></p>
<p>Ya Allah,<br />
Perlihatkan kepada kami yang bener itu terlihat benar,<br />
dan berikan kepada kami kemudahan untuk mengikutinya. dan<br />
Perlihatkan kepada kami yang salah itu terlihat salah,<br />
dan berikan kami kemudahan untuk menjauhinya. Amin.</p>
<p>Wallahu A’lam bishowab</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/qandyas.wordpress.com/257/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/qandyas.wordpress.com/257/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/qandyas.wordpress.com/257/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/qandyas.wordpress.com/257/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/qandyas.wordpress.com/257/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/qandyas.wordpress.com/257/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/qandyas.wordpress.com/257/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/qandyas.wordpress.com/257/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/qandyas.wordpress.com/257/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/qandyas.wordpress.com/257/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/qandyas.wordpress.com/257/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/qandyas.wordpress.com/257/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/qandyas.wordpress.com/257/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/qandyas.wordpress.com/257/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=qandyas.wordpress.com&amp;blog=6951261&amp;post=257&amp;subd=qandyas&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://qandyas.wordpress.com/2009/04/25/orang-yang-tidak-percaya-dengan-takdir-dan-tawakal/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/0bf4ec48184dd4d6edf038e2350a30ef?s=96&#38;d=&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Dyas</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://qandyas.files.wordpress.com/2009/04/sunrise_geese.jpg?w=150" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>Pentingnya Menjaga  Ucapan Yang Baik</title>
		<link>http://qandyas.wordpress.com/2009/04/24/pentingnya-menjaga-ucapan-yang-baik/</link>
		<comments>http://qandyas.wordpress.com/2009/04/24/pentingnya-menjaga-ucapan-yang-baik/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 24 Apr 2009 09:12:17 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Qandyas</dc:creator>
				<category><![CDATA[Islami]]></category>
		<category><![CDATA[Renungan]]></category>
		<category><![CDATA[Nasehat]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://qandyas.wordpress.com/?p=247</guid>
		<description><![CDATA[Sesungguhnya Allah Maha Pengasih, Maha Penyayang lagi Maha Bijaksana yang tidak pernah membiarkan hamba-Nya hidup tanpa panduan dan petunjuk. Sebagai manusia yang senantiasa sadar akan tujuan penciptaannya di muka bumi ini, haruslah mengingat bahwa setiap apa yang dikatakan atau di ucapkan itu tidak terlepas dari catatan malaikat yang memerhatikan setiap gerak-gerik dan tingkah-lakunya. Oleh karena [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=qandyas.wordpress.com&amp;blog=6951261&amp;post=247&amp;subd=qandyas&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img src="http://qandyas.files.wordpress.com/2009/04/allah-sunset_jpg_jpg.jpg?w=150&#038;h=110" alt="" title="" width="150" height="110" class="alignleft size-thumbnail wp-image-248" />  Sesungguhnya Allah Maha Pengasih, Maha Penyayang lagi Maha Bijaksana yang tidak pernah membiarkan hamba-Nya hidup tanpa panduan dan petunjuk. Sebagai manusia yang senantiasa sadar akan tujuan penciptaannya di muka bumi ini, haruslah mengingat bahwa setiap apa yang dikatakan atau di ucapkan itu tidak terlepas dari catatan malaikat yang memerhatikan setiap gerak-gerik dan tingkah-lakunya. Oleh karena itu, pastilah sekecil apapun perbuatan manusia itu kelak akan diperhitungkan, dinilai serta diperlihatkan dan dibalas dengan seadil-adilnya.</p>
<p>Dalam Al-Quran Allah berfirman : “Barang siapa yang mengerjakan kebaikan seberat dzarrahpun, niscaya akan melihat (balasan) nya. Dan barang siapa yang mengerjakan kejahatan sebesar dzarrahpun, niscaya dia akan melihat (balasan) nya pula.” (QS. Al-Zalzalah : 7-8)</p>
<p>Memang terkadang tutur kata yang baik itu begitu sukar untuk dikendalikan oleh diri. Apalagi ketika sedang emosi, tersinggung atau marah akan terasa sulit sekali di bendung yang semuanya itu berdasar atas dorongan dari nafsu.<br />
<span id="more-247"></span><br />
Tetapi Ingatlah, bahwa Lidah yang berperanan penting dalam menuturkan kata-kata tidak akan terlepas dari penilaian dan timbangan keadilan Allah kelak. Maka Jauhilah dari terus menuturkan kata-kata tidak berfaedah dan menyakiti hati serta perasaan orang lain.<br />
Allah berfirman: “Tiada suatu ucapan pun yang diucapkan melainkan ada di sampingnya malaikat pengawas yang selalu hadir.” (QS. Qaaf, : 18)</p>
<p>Hal ini bertujuan memberi peringatan kepada kita bahwa setiap perkatan dan perbuatan ada nilainya di sisi Allah dan akan diberi balasan yang setimpal. Oleh karena itu, basahilah selalu lidah kita untuk berdzikir kepada-Nya baik ketika senang dan susah, sedih maupun duka agar hati menjadi tenang dan tentram.</p>
<p>Firman Allah SWT bahwa: “Orang-orang yang beriman dan hati mereka menjadi tenteram dengan mengingat Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingati Allah-lah hati menjadi tenang tenteram.” (QS. Ar-Ra’d, : 28)</p>
<p>Hakikatnya, penuturan kata-kata baik atau ucapan dapat memberi kesan mendalam dalam diri seseorang. Selain itu, dalam Al-Quran dengan jelas Allah menyatakan bahwa antara ciri hamba-Nya adalah mereka yang baik ucapannya. Mereka yang apabila dihina atau dicaci oleh orang yang jahil (tidak berilmu), mereka tidak membalasnya kecuali dengan kata-kata baik dan lemah lembut.</p>
<p>Firman Allah SWT:<br />
“Dan hamba-hamba Tuhan Yang Maha Penyayang itu (ialah) orang- orang yang berjalan di atas bumi dengan rendah hati dan apabila orang jahil menyapa mereka, mereka mengucapkan kata-kata (yang mengandung) keselamatan.” (QS. Al-Furqan : 63)</p>
<p>Justeru, hal yang disayangkan jika melihat seseorang berilmu dan berpendidikan tinggi bersikap terlalu emosional, tidak dengan bijak dalam menangani suatu masalah dan lebih buruk lagi merasakan dirinya sajalah yang betul dan baik jika dibandingkan dengan yang lain.</p>
<p>Sebaliknya, bagi mereka yang dikurniakan Allah sedikit dari ilmu-Nya, merasa rendah diri dan mengucapkan kata-kata yang baik tatkala berhadapan dengan orang yang tidak mengetahui atau kurang faham ilmunya. Rasullullah sendiri pernah dilempari batu sampai giginya patah sehingga malaikat jibril menawarkan untuk melemparkan gunung Uhud kepada mereka yang mendzolimi. Tetapi dengan rendah hati dan sabar beliau menolak berbuat seperti itu, semuanya itu dilakukan karena mereka belum tahu. Seandainya mereka tahu niscaya mereka tidak akan berbuat demikian.</p>
<p>Betapa agungnya akhlak dan kesabaran yang ditunjukan oleh Rasullullah, bukan pembalasan tetapi sikap memaafkan bahkan mendoakan mereka dengan ucapan yang baik. Perlu diketehui pula bahwa kata yang baik dan lemah lembut, bukan sekedar susunan perkataan yang indah dan memikat hati, lebih penting lagi adalah suatu perkataan yang benar.</p>
<p>Firman Allah yang bermaksud: “Wahai orang beriman, bertakwalah kamu kepada Allah dan katakanlah perkataan yang benar.” (QS. Al-Ahzab, ayat 70)</p>
<p>Marilah bersama mengubah sikap menjadi orang yang sentiasa menjaga diri terhadap setiap ucapan yang kurang berfaedah dalam keseharian kita. Menjadi hamba yang selalu pandai bersyukur atas segala nikmat yang diperoleh dan sentiasa membahagiakan orang lain dengan pengucapan kata-kata yang baik, dan lemah lembut.  InsyaAllah dengan ucapan yang baik akan sampai ke hati tidak hanya ditelinga. Semoga dengan izin Allah kehidupan kita akan bertambah baik dan dihiasi dengan akhlakul karimah. </p>
<p>Waullahu A’lam bishsowab</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/qandyas.wordpress.com/247/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/qandyas.wordpress.com/247/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/qandyas.wordpress.com/247/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/qandyas.wordpress.com/247/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/qandyas.wordpress.com/247/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/qandyas.wordpress.com/247/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/qandyas.wordpress.com/247/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/qandyas.wordpress.com/247/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/qandyas.wordpress.com/247/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/qandyas.wordpress.com/247/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/qandyas.wordpress.com/247/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/qandyas.wordpress.com/247/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/qandyas.wordpress.com/247/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/qandyas.wordpress.com/247/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=qandyas.wordpress.com&amp;blog=6951261&amp;post=247&amp;subd=qandyas&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://qandyas.wordpress.com/2009/04/24/pentingnya-menjaga-ucapan-yang-baik/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/0bf4ec48184dd4d6edf038e2350a30ef?s=96&#38;d=&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Dyas</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://qandyas.files.wordpress.com/2009/04/allah-sunset_jpg_jpg.jpg?w=150" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>Cahaya Iman</title>
		<link>http://qandyas.wordpress.com/2009/04/19/cahaya-iman/</link>
		<comments>http://qandyas.wordpress.com/2009/04/19/cahaya-iman/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 19 Apr 2009 09:29:37 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Qandyas</dc:creator>
				<category><![CDATA[Iman]]></category>
		<category><![CDATA[Nasehat]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://qandyas.wordpress.com/?p=239</guid>
		<description><![CDATA[Allah Swt berfirman : “ Apa saja yang Allah anugerahkan kepada manusia berupa rahmat, maka tidak ada seorangpun yang dapat menahannya, demikian juga apa saja yang ditahan olehAllah maka tidak ada seorangpun yang sanggup untuk melepaskannya. Dia lah Yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana”. (QS. Al Fathir : 2) Sebelum manusia sadar akan hubungan dirinya [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=qandyas.wordpress.com&amp;blog=6951261&amp;post=239&amp;subd=qandyas&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img src="http://qandyas.files.wordpress.com/2009/04/allah-akbar.jpg?w=150&#038;h=112" alt="" title="" width="150" height="112" class="alignleft size-thumbnail wp-image-241" /> Allah Swt berfirman :</p>
<p><em>“ Apa saja yang Allah anugerahkan kepada manusia berupa rahmat, maka tidak ada seorangpun yang dapat menahannya, demikian juga apa saja yang ditahan olehAllah maka tidak ada seorangpun yang sanggup untuk melepaskannya. Dia lah Yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana”. (QS. Al Fathir : 2)</em></p>
<p>Sebelum manusia sadar akan hubungan dirinya dengan Tuhannya, Penciptanya, samalah keadaannya saat itu dengan mati. Hidup ini belum berarti apa-apa jika belum mempunyai kesadaran akan arti hidup.  Sebelum hal ini kita sadari, sama saja arti hidup ini dengan mati karena hidup yang tidak berarti sama halnya dengan mati. Dapat lebih ditegaskan lagi bahwa kepercayaan kepada Allah Azza wa Jalla itulah permulaan hidup. Dan kehilangan kepercayaan sama saja artinya dengan mati.</p>
<p>Kesadaran menyebabkan kita bangkit dari kelalaian. Kesadaran itu sangat mahal harganya dan sangat tinggi nilainya. Kesadaranlah yang menumbuhkan semangat dalam diri kita untuk melangkah lebih maju.Tatkala kesadaran telah timbul, itulah puncak dari kemenangan. Karena kita tidak akan ragu-ragu lagi untuk meneruskan perjalanan menuju tujuan yang nyata. Tidak lagi meraba-raba. Hatipun dikuatkan, segala rintangan dan halangan diatasi dan diampuni.</p>
<p><span id="more-239"></span><br />
Apabila telah sadar, kita akan terus berfikir, dimana aku, darimana aku, akan kemana aku, sampai dimana perjalananku, serta apa yang aku peroleh. Hatipun membulat teringat hanya kepada satu tujuan yang dituju. Dengan terang yang telah mulai tumbuh dalam hati, memberi sinar kepada fikiran, membuat pandangan menjadi jauh. Pandangan mata dan pandangan batin. Di luar nampak alam, di batin nampak Tuhan Pencipta alam.</p>
<p>Bertambah dalamnya makrifat kepada Allah dan tekunnya ibadah, bertambah teranglah sinar itu. Itulah yang dimaksudkan dengan CAHAYA IMAN. Kekuatan ibadah kepada Tuhan adalah laksana penggosok sehingga sinar itu lebih bersih dan lebih cemerlang.</p>
<p>Ahli-ahli tasawuf Islam mengatakan bahwa iman itu adalah QAULUN WA ‘AMALUN (perkataan dan perbuatan). Iman itu bisa bertambah-tambah, tetapi juga bisa berkurang. Bisa berkurang dan berkurang sehingga habis sama sekali, hanya tinggal nama saja.</p>
<p>Nabi saw pernah mengibaratkan bahwa cahaya iman itu mempunyai pula ukuran biasa, tinggi, dan lebih tinggi. Cahaya tersebut bisa menyinari jauh sampai keluar negeri bahkan keseluruh muka bumi. Tetapi ada orang yang cahayanya hanya disekeliling dirinya, ada pula yang tidak bercahaya sama sekali dan ada yang dulunya bercahaya lalu dicabut oleh Allah cahaya itu dikarenakan dirinya kotor oleh perbuatan maksiat. </p>
<p>Oleh karena itu dosa atau maksiat sangat mudah mengotori dan menghilangkan cahaya iman. Dosa itu diumpamakan dalam Al-Quran dengan bintik kecil yang mula-mula sekali hinggap dihati. Jika bintik kecil sudah mulai terbentuk dihati, maka kita harus berusaha segera membersihkannya agar bintik itu segera hilang. Jangan biarkan bintik yang baru muncul karena dosa baru, tanpa pembersihan. Takutlah jikalau berturut-turut bintik itu datang dan datang lagi sehingga hati akhirnya dipenuhi dengan bintik hitam dan seluruhnya menjadi hitam yang menutupi cahaya yang akan keluar dari dalam hati. Pembersihan bintik yang mula-mula itu adalah dengan tobat. </p>
<p>Memohon ampun kepada Allah atas dosa yang telah terlanjur dilakukan, dan dengan kekerasan hati menghentikan dosa yang sedang diperbuat sekarang, lalu berjanji dalam hati dengan Tuhan bahwa tidak akan berbuat lagi dimasa yang akan datang. Lalu dengan diikuti amal kebajikan yang berturut-turut sampai pengaruh dosa yang dahulu itu habis tertimbun oleh banyaknya kebajikan yang dilakukan. Dengan demikian cahaya itu timbul kembali. Bahkan dari sebab kesungguhan itu, besar kemungkinan cahayanya akan lebih mengkilat, lebih cemerlang dan gemilang daripada dulu.</p>
<p>Cahaya iman itu bukan saja memberi cahaya hidup lahiriah yang sekarang, bahkan dapat memperpanjang umur dan membuat orang jadi kaya raya.</p>
<p>Kita semua maklum bahwa umur yang telah ditentukan Allah tidak bisa ditambah atau dikurangi. Demikian pula rezeki yang telah ditentukan tidak bisa kurang atau lebih. Semua sudah tertulis dengan pasti dalam ilmu Tuhan. Tetapi dengan iman bukan saja cahaya cemerlang menjadi bertambah, bahkan umur dapat bertambah panjang dan rezeki dapat berlipat ganda menjadi kaya raya, yaitu nilai umur itu diperpanjang dan nilai harta itu dipertinggi.</p>
<p>Jika dalam hidup ini kita menanamkan kasih sayang atau cinta kasih, pastilah umur kita akan panjang bahkan kadang-kadang lebih panjang dari usia itu sendiri. Kamu telah lama mati, tulang telah hancur dalam kubur, tetapi umur/nama masih ada. Yaitu karena jasa baik yang ditinggalkan, karena ilmu yang bermanfaat dan berfaedah yang diajarkan, karena anak-anak yang diberi pendidikan dengan baik. Harta bendapun demikian pula. Ada orang yang kelihatan lahirnya kaya raya, namun miskin, jiwanya terus dalam kesepian, karena sahabatnya hanya harta itu saja, dia tidak berhasil merasa kenyang dengan sesama manusia. Orang tidak merasakan faedah dari hartanya yang banyak itu. Sebaliknya ada yang hartanya sederhana saja namun dia kaya raya. Kaya dengan kasih sayang, kaya dengan sahabat dan teman, kaya dengan budi yang dia tanamkan, walau sudah lama meninggal dunia tetapi budinya yang baik dikenang orang sepanjang masa.</p>
<p>Iman kepada Allah pastilah menumbuhkan cinta. Benci itu tidak dapat disertai iman. Dan iman adalah menumpuk kasih, iman tidak mengenal dendam.</p>
<p>Itulah sebabnya manusia yang memperdalam kepercayaannya kepada Allah Azza wa Jalla bertambah lama bertambah cemerlang jiwanya. Dia mempunyai sinar cahaya iman yang makin lama makin gemilang. Sekalipun dia telah meninggal, cahaya itu masih tetap hidup dalam kecemerlangannya.</p>
<p>Waullahu A’lam bishsowab</p>
<p>(Di petik dari Wejangan Syekh Abdul Qadir Jaelani)</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/qandyas.wordpress.com/239/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/qandyas.wordpress.com/239/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/qandyas.wordpress.com/239/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/qandyas.wordpress.com/239/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/qandyas.wordpress.com/239/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/qandyas.wordpress.com/239/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/qandyas.wordpress.com/239/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/qandyas.wordpress.com/239/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/qandyas.wordpress.com/239/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/qandyas.wordpress.com/239/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/qandyas.wordpress.com/239/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/qandyas.wordpress.com/239/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/qandyas.wordpress.com/239/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/qandyas.wordpress.com/239/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=qandyas.wordpress.com&amp;blog=6951261&amp;post=239&amp;subd=qandyas&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://qandyas.wordpress.com/2009/04/19/cahaya-iman/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>5</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/0bf4ec48184dd4d6edf038e2350a30ef?s=96&#38;d=&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Dyas</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://qandyas.files.wordpress.com/2009/04/allah-akbar.jpg?w=150" medium="image" />
	</item>
	</channel>
</rss>
