Sifat ujub atau lebih dikenal dengan Membanggakan diri adalah salah satu dari penyakit hati. Hal ini bisa terjadi kepada siapa saja diantara kita. Tetapi Kecenderungannya sering dihinggapi oleh orang yang mempunyai kelebihan atau kemampuan lebih baik dari yang orang lainnya. Baik dalam satu bidang keahlian, keilmuan, kreatifitas, dan lain sebagainya. Terjadi baik dalam lingkungan kecil, kelompok atau dalam bermasyarakat. Ketika seseorang telah menganggap dirinya baik itu berarti suatu kesalahan telah terjadi, yang akan membuatnya menjadi takabur.
Adapun ciri-cirinya adalah sukar sekali untuk menerima kebenaran, sering memandadang remeh dan kurang menghargai orang lain. Sikap ini bisa diketahui saat ego atau nafsu lebih mendominasi didalam hati sehingga membuat hatinya menjadi keras. Kalau orang sudah terjangkit penyakit ini tidak segera menyadari, efeknya akan sangat berbahaya karena akan mengakibatkan hilangnya ketawadhuan seseorang. Dan biasanya perasaan seperti ini timbul karena ingin selalu dihormati dan disanjung.
Sesungguhnya orang yang baik itu tidak ada yang dapat mengetahuinya kecuali Allah. Karena Allah sajalah yang Maha mengetahui setiap hati hamba-Nya. Jika dipandangan manusia baik belum tentu dipandangan Allah itu baik tetapi lihatlah di akhir hayatnya. Hendaknya kita janganlah terlalu cepat untuk menilai baik atau buruknya seseorang. Jika Allah telah menghendaki kebaikan pada diri seseorang, maka akhir kehidupan nya akan mendapatkan khusnul khotimah (Akhir yang baik). Dan semua itu tidak lain karena karunia dan atas Rahmat Allah.
Baca entri selengkapnya »

Setiap diri manusia pasti di dalam hati nya ingin bahagia,baik di dunia maupun di akhirat. Kebahagian akan didapat tatkala hidayah Allah telah menerangi hati seseorang. Untuk mendapatkan hidayah ini tak semua orang bisa mendapatkannya melainkan harus dengan suatu usaha yang gigih dan bersungguh-sungguh. Didalam setiap diri dan pribadi muslim wajib meyakini bahwa pintu hidayah senantiasa terbuka di sisi Allah untuk siapa saja yang dikehendaki-Nya. Hidayah Allah apabila sudah membuka pintu hati seseorang, niscaya dia pasti menjadi lembut sehingga menjadikannya senang dalam menerima nasehat, gemar melakukan amal kebaikan dan pandai melihat aib dan kekurangan yang ada pada dirinya sendiri. Setiap relung hatinya selalu dipenuhi rindu dan cinta kepada Allah.
Pada suatu hari ada seorang Raja yang tidak percaya pada takdir. Dia mencoba pada seorang pengemis. Dan ketika itu ada pengemis datang, sang raja bermaksud ingin menandingi kekuasaan dan takdir Allah. Raja itu ingin mentakdirkan si pengemis itu menjadi orang kaya.
Sesungguhnya Allah Maha Pengasih, Maha Penyayang lagi Maha Bijaksana yang tidak pernah membiarkan hamba-Nya hidup tanpa panduan dan petunjuk. Sebagai manusia yang senantiasa sadar akan tujuan penciptaannya di muka bumi ini, haruslah mengingat bahwa setiap apa yang dikatakan atau di ucapkan itu tidak terlepas dari catatan malaikat yang memerhatikan setiap gerak-gerik dan tingkah-lakunya. Oleh karena itu, pastilah sekecil apapun perbuatan manusia itu kelak akan diperhitungkan, dinilai serta diperlihatkan dan dibalas dengan seadil-adilnya.
Allah Swt berfirman :